Jumat, 08 April 2011

Cara bersaksi Yesus dan Bapa di Sorga

Ketika Yesus bersaksi, Dia memuliakan Bapa di Sorga :

1. Matius 16 : 17

16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

2. Yohanes 6 : 38

6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

3. Yohanes 7 : 16
7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

4. Yohanes 7 : 29

7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."


Dari kesaksian Yesus, maka kita lihat secara jelas bahwa Yesus lebih mengutamakan Bapa daripada diri - Nya sendiri.

Mari kita lihat kesaksian Bapa di Sorga yang memuliakan Yesus :

1. Matius 3 : 17

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

2. Matius 17 : 5

17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Bapa memuliakan Anak, dan Anak memuliakan Bapa.

Cara bersaksi inilah yang harus kita tiru. Yaitu memuliakan Allah. Seberapa banyak dari kita yang ketika bersaksi lebih menonjolkan diri pribadi daripada Allah yang bekerja di dalam kita ?

Hindarilah keinginan untuk memberikan kesaksian yang lebih menonjolkan diri pribadi. Walaupun kata - kata disusun serapi dan seindah mungkin, tetapi Allah lebih tahu hati kita. Bukan kata - kata.

Saya beri contoh :

1. Ada orang bersaksi bahwa dia dipercayakan Tuhan untuk melayani 20 orang yang rumah tangganya hancur. Dia sering mendoakan mereka. Dan Ke - 20 orang itu keluarganya dipulihkan.

Yang bisa kita lihat memang kesaksian yang luar biasa. Tetapi ada unsur kesombongan. Bahwa dia lebih dipercaya oleh Tuhan. Dan hebatnya lagi ketika mendoakan, 20 orang itu keluarganya dipulihkan.

2. Kesaksian tentang mendoakan orang.

3. Dan masih banyak kesaksian yang sebenarnya ingin memperlihatkan ke - aku-an diri sendiri daripada Allah.

Karena itu, ketika bersaksi, berdoa dulu agar kesaksian kita bisa menjadi berkat. Bukan kesombongan yang timbul.

GBU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar