Rabu, 09 Februari 2011

Darah

Kisah ini ditulis, karena hiskia22 terispirasi dari kisah nyata, ketika seorang teman berkata kepada hiskia22 bahwa dia akan berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan ( kalau tidak salah dari presiden ), bahwa dia termasuk pendonor darah terbanyak. Catatan donor darah yang sudah dia donorkan sebanyak 100 kali.

Wooow.....sebuah catatan yang luar biasa.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Si Heru duduk di meja belajarnya. Alkitab kecil berada dihadapannya. Heru berniat melanjutkan membaca Alkitabnya. Kemarin dia sudah membaca sampai Imamat 16. Sekarang waktunya untuk membaca Imamat 17. Setelah berdoa, si heru mulai membaca ayat demi ayat yang ada di dalam Imamat 17 secara perlahan. Setelah selesai membaca Imamat 17, ternyata hanya ada satu ayat yang menarik buat nya. Yaitu di dalam Imamat 17 : 11.

Im. 17:11  Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

Dia memberi stabillo merah di dalam Alkitabnya seperti yang tertulis di atas. Dan Ayat yang dia stabillo itu dihafalnya.

" Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya "

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini adalah hari Minggu. Si Heru persiapan untuk pergi ke Gereja.

Selama perjalanan menuju ke Gereja, Heru masih teringat ayat Firman Tuhan yang kemarin dihafalnya. " Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya "

Setibanya di Gereja, Heru duduk di barisan paling depan. Maksudnya agar bisa lebih konsentrasi akan Firman Tuhan yang disampaikan.

Pembacaan Firman Tuhan hari itu mengambil tema tentang kasih. Dan Firman Tuhan yang diangkat terambil dari

Yoh. 15:13  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Waoooow......Heru sempat memekik tertahan.Ketika ayat tersebut dibacakan.Seandainya tidak ditahan olehnya, maka pasti jemaat akan heran kepada dirinya.

Heru memekik tertahan karena dia tahu bagaimana mempraktekkan kasih yang telah disampaikan oleh pendeta . Dan dia tahu....tahu secara pasti.

Sepulang Gereja dia langsung mendatangi kantor PMI yang ada di dekat tempat kerjanya. Dia bertanya, kepada petugas piket di kantor PMI, bisakah dia menyumbangkan darahnya hari ini juga ( karena hari Minggu ) Petugas piket di PMI sempat terheran - heran. Kenapa bapak begitu semangat ?

Heru hanya menjawab.....karena saya mau memberikan nyawa saya kepada sesama saya yang membutuhkannya.

GBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar